SIAU, Kamis, 13/03/2025|| Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) telah meluncurkan Program 100 Hari Kerja yang dikenal sebagai “Sitaro Masadada”. Program ini difokuskan pada transformasi ekonomi dan optimalisasi pelayanan publik.
Sebagai langkah awal, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit dan Wakil Bupati Heronimus Makainas mengisi kekosongan tiga posisi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan melantik:
- Harold Kalangit sebagai Plt Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Daerah.
- Jostanlie De Son Bogar sebagai Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
- Charles Salindeho sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan.
Pelantikan ini bertujuan untuk memaksimalkan implementasi program “Sitaro Masadada”.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Sitaro, Denny Kondoj, menghadiri workshop nasional bertajuk “Penguatan Sekretaris Daerah dalam Mendampingi Kepala Daerah Baru di 100 Hari Pertama”. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran Sekda dalam mendukung kepala daerah selama periode awal pemerintahan.
Program 100 Hari Kerja ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Kabupaten Sitaro melalui transformasi ekonomi dan peningkatan pelayanan publik. Beberapa media online menayangkan berita mengenai program “Sentra Ole-ole” yang disebut sebagai Program 100 hari Pemkab yang dikelola oleh Disperindag Sitaro.
Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan menyoroti substansi Program 100 Hari ini. Menurut Kaudis, tidak jelas apa saja yang akan dikerjakan oleh Pasangan Chyntia Kalangit dan Heronimus Makainas dalam tempo 100 hari pertama. Mereka tidak pernah menjelaskan kepada publik rencana prioritas dari visi, misi dan program kerja sebagaimana yang dijanjikan dalam kampanye terbuka dan debat publik.
Masyarakat membutuhkan kejelasan, apa sebenarnya yang menjadi agenda urgen dari Pemkab Sitaro, apakah Infrastruktur atau Pelayanan Publik terkait dengan Birokrasi menggunakan Merit System?, tanya Kaudis.